Tidak terasa kita telah sampai lagi dipenghujung akhir tahun, dan biasanya kalau sudah sampai akhir tahun banjir selalu melanda pulau borneo kita, yaitu Kalimantan khususnya di kota Pontianak. Derasnya turun hujan selalu menjadi satu faktor terjadinya banjir. Tapi bukan Cuma karena hujan yang cukup tinggi, yang menjadikan terjadinya banjir, faktor-faktor lain juga ikut masuk di dalamnya, misalnya penebangan hutan secara tidak teratur yang menjadikan hutan gundul. Dan akhirnya menimbulkan banjir. Tapi bukan Cuma itu, mungkin faktor musim juga yang mempengaruhi. Di tempat-tempat dataran rendah, sekarang saja kita sudah biasa melihat banjir air datang silih berganti, untuk dua hari belakang inis aya sudah menemukan banyak tempat yang terkena banjir, misalnya di sepanjang jalan gajah mada, dijalan selat panjang dan dijalan panglima aim, serta di lingkungan saya sendiri tinggal, pun sudah didatangi banjir. Tapi banjirnya sendiri tidak terlalu tinggi, mungkin karna masih permulaan. Tapi juga, meskipun demikian kita harus tetap waspada pada yang namanya banjir, karna banjir bisa kapan saja datang, apa lagi sekarang adalah menjadi musim untuk datangnya banjir. Yang terkadang tidak sedikit juga banjir menimbulkan korban. Bukan hanya di lingkungan sekitar, ditempat-tempat lain juga sama. Bila banjir datang kita haurs selalu siap siaga, takutnya ada hal-hal yang tidak kita inginkan. Dan akibat dari banjir sendiri banyak salahs atunya seseorang bisa kehilangan tempat tinggal kalau sudah di tanda banjir yang cukup besar, Karena tidak jarang bila banjir datang bisa menenggelamkan rumah tempat tinggal kita, bukan hanya diri kita saja, tapi tempat tinggal, tempat kita belajar, bahkan tempat kita beribadah pun tidak jarang terkena banjir. Tapi mungkin selamatlah orang-orang yang bermukim atau tinggal di dataran tinggi, jadi bisa terhindar dari banjir.
Dimulai dari gerimis kecil lalu menjadi hujan yang sangat lebat, itulah yang sering terjadi di daerah sekeliling kita belakang ini. Bulan-bulan ini adalah memang musim hujan, di setiap akhir tahun pasti musim ini datang menghampiri Indonesia. Tapi senang juga kalau ada hujan turun, itu artinya anak-anak yang senang akan hujan mulai bermain dibawah guyuran air hujan. Tapi kita tetap harus waspada terhadap apa yang akan terjadi kalau sudah datang musim hujan. Terkadang kalau sudah mulai musim hujan, kegiatan-kegiatan di luar area perteduhan akan sering terhenti. Pada musim hujan juga kita harus tetap berhati-hati, karena pada saat musim hujan nyamuk-nyamuk akan keluar dari sarangnya dan meninggalkan telur-telurnya menetas dengan sendirinya. Ini harus di waspadai, karna nyamuk bisa menimbulkan penyakit demam berdarah atau DBD. Penyakit demam berdarah sering sekali menimbulkan korban. Belum lagi yang sakit demam berdarah, dan yang paling cepat terkena penyakit ini adalah anak-anak. Jadi, disamping berdampak positif, hujan juga bisa berdampak negatif. Dampak positif misalnya, tanaman-tanaman bisa lebih subur dan lebih hijau, sawah tidak perlu memakai perairan buatan, karna dengan hujan sawah juga bisa subur dan lebih hijau, jadi enak dipandang mata. Tapi itu hanya dampak positif, mungkin dampak negatif lebih banyak dari dampak positif. Kalau hujan terus-terusan dan seharian mungkin tidak reda, maka akan menimbulkan kebanjiran untuk daerah-daerah yang datarannya rendah. Dan mungkin juga bisa menghilangkan polusi. Polusi tidak bagus menjadi bersih, mengurangi risiko kebakaran, menghilangkan debu-debu yang berterbangan di udara. Itu juga dampak positif. Tapi merki demikian kita tetap harus waspada kepada yang namanya “Hujan”.
Rabu, tanggal 28 Oktober adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena pada hari itu Indonesia memperingati hari sumpah pemuda. Tapi tidak seperti peringatan hari kemerdekaan. Hari sumpah pemuda di peringati dengan gaya biasa-biasa saja, tetapi tetap saja hari itu bersejarah bagi bangsa Indonesia. Namun ada juga yang mengaplikasikan hari bersejarah itu dengan bermacam-macam gaya masing-masing, contoh; disekolah-sekolah dasar di seluruh Indonesia ikut serta menyanyikan lagu-lagu nasional secara bergantian antara murid yang satu dan yang lainnya. Ada juga yang mengaplikasikannya dengan cara menyanyikan lagu-lagu nasional yang di iringi memakai musik orkestra. Banyak sekali cara kita untuk ikut serta memperingati hari bersejarah itu dalam kehidupan sehari-hari kita. Contoh kecil, kita bisa ikut memperingati secara individu, seperti ikut membersihkan sampah-sampah yang berserakan di sekeliling kita. Di dalam sumpah pemuda berisikan janji-janji para pemuda-pemuda di zaman bahulu. Pada saat Indonesia belum merdeka dan belum bebas dari jajahan belanda. Pemuda adalah penerus bangsa yang harus tetap mengharumkan nama bangsa, kalau bukan pemuda-pemuda yang menjadi penerusnya, siapa lagi? Dan kalau pemuda-pemuda di negeri ini hancur, maka masa depan bangsa juga akan hancur. Karena segala sesuatu yang di lakukan pada saat ini akan di teruskan oleh para pemuda-pemuda yang akan datang. Maka pendidikan penting sekali dilakukan sejak dini, agar menciptakan prilaku, sifat, dan sikap baik dapat di tanamkan dalam diri pemuda-pemuda agar mereka bisa jadi penerus bangsa yang bisa dibanggakan dan berguna bagi bangsa dan Negara.
Oleh :Sumiyati SEmester: V Prodi : Ekonomi Islam Kebakaran adalah musibah yang sering kali terjadi di tanah air, hampir setiap kali ada saja tempat-tempat yang kebakaran, baik yang diakibatkan kelalaian maupun ketidaksengajaan. Seperti misalnya kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung gas, tabung gaslah yang sering kali menjadi penyebab maraknya kebakaran yang terjadi di tanah air. Tapi bukan hanya itu, konsleting listrik pun juga biasa menjadi penyebab kebakaran. Kebakaran kerap kali dikenal dengan sebutan “si jago merah” dan tempat-tempat yang mudah sekali terkena lalapan sijago merah atau kebakaran ilaha pemukiman padat penduduk. Dan tidak kepalang, kerugian yang dihabiskan tiap ada kebakaran selalu bernilai ratusan juta rupiah bahkan miliaran rupiah. Meski jarang ditemukan korban dalam musibah kebakaran, tapi tetap saja kejadian seperti ini merugikan Negara, karna bangunan-bangunan yang habis terhangus harus dibangun kembali. Dalam kejadian seperti ini, bukan saja bangunan yang menjadi hilang, tetapi juga harta benda dan barang-barang yang ada didalamnya. Sering sekali tempat yang menjadi sarang kebakaran adalah tempat yang padat penduduk yang dimana setiap keluarga yang terkena musibah ini memiliki kelas ekonomi menengah ke bawah. Yang menjadi pertanyaan saya sendiri, mengapa jarang sekali orang yang mempunyai kelas ekonomi menengah keatas terkena musibah ini? Bahkan hampir tidak pernah sekali mendengar, istilah rumah orang kaya kebakaran. Sebenarnya apa yang sesungguhnya yang terjadi? Mengapa pemukiman padat penduduk sering kebakaran? Apa ada faktor lain selain yang saya urai di atas tadi? Kebakaran berdampak sekali terhadap kehidupan penduduk yang terkena musibah dalam menjalani kehidupannya untuk selanjutnya. Ada dampak negatif dan positifnya menurut saya. Kalau dampak negatifnya banyak sekali diantaranya, kerugian material dan non material. Misalnya kehilangan harta benda, dan biasanya juga ada yang trauma terhadap musibah atau bencana yang melanda. Kalau dampak positifnya sebenarnya tidak ada. Tapi dari kebakaran atau musibah ini kita bisa ambil pelajaran atau hikmah, yaitu kehati-hatian, karna biasanya orang lebih berhati-hati bisa lebih untung, dan juga agar bisa terhindar dari musibah yang disebabkan si jago merah, dan agar juga semboyan lebih baik mencegah dari pada mengobati bisa dipraktekkan dalamkehidupan sehari-hari agar tidak hanya menjadi sebuah semboyan saja. Adanya kebakaran sebenarnya juga menjadi eksempatan untuk para pemadam kebakaran mempraktekkan keahliannya. Tapi sebenarnya tidak ada satu pun yang menginginkan adanya kebakaran, seperti apa yang sering terjadi di tanah air. Solusinya hanya satu, yaitu kehati-hatian, dan jangan sering lalai, karna satu kelalaian berbuah kerugian yang sangat besar, bahkan tidak ada bandingnya lagi. Jadi, agar musibah seperti ini tidak selalu terjadi kita harus membiasakan diri untuk selalu berhati-hati. Karna kebakaran tidak hanya sering terjadi pada bangunan-bangunan saja, tapi di alam bebas juga biasa terjadi. Seperti kebakaran hutan, dan lain-lain. Tapi kalau kebakaran hutan jarang sekali terjadi, tidak seperti apa yang terjadi di kota-kota atau pemukiman padat penduduk. Dan kalau kebakaran hutan sering terjadi pula pada musim kemarau, tapi biarpun terjadi pada musim kemarau tetap saja kebakaran merugikan. Biasanya kebakaran di hutan-hutan di akibatkan oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab terhadap perbuataan yang telah dilakukannya.
Oleh : Sumiyati Semester : V Prodi : Ekonomi Islam
Padang gempa, gempa yang terjadi pada tanggal 30 september 2009 ini bukanlah gempa pertama kali yang terjadi di Indonesia. Musibah itu adalah kesekian kalinya membuat Indonesia kembali berduka dan menangis. Gempa berkekuatan 7,6 skala rickter ini telah membuat kota padang dan sekitar terlihat rata dengan tanah dalam waktu sekejap. Banyak sekali bangunan-bangunan yang roboh dalam seketika akibat dari gempa yang telah terjadi ratusan orang kehilangan keluarga yang dicintai. Tapi ada pula korban yang selamat dari maut pasca bencana melanda, namun meskipun selamat. Mereka harus hidup dalam rasa takut dan trauma yang mendalam akibat gempa yang telah terjadi di kota padang dan sekitarnya. Selanjutnya, pasca bencana terjadi dari masing-masing pribadi pastinya timbul 1001 macam pertanyaan di dalam lubuk hati mereka. Mungkin mereka bertanya-tanya, mengapa itu bisa terjadi? Ada apa dengan Indonesia?. Kalau kita mengingat kembali pada masa-masa sebelumnya. Gempa juga pernah terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Contoh di aceh, di tasikmalaya jawa barat, dan lain-lain. Dan sekarang gempa itu menimpa tanah minang yang telah melayangkan ratusan jiwa terlepas dengan sang nyawa. Dari banyaknya argumen-argumen yang dikeluarkan dari pandangan masing-masing individu, ada beberapa yang menarik yang kita dengar. Ada yang mengatakan kalau gempa yang terjadi di daerah padang merupakan dan mendekati gempa yang pernah terjadi di didaerah aceh yaitu tsunami. Tapi ada pula yang mengatakan kalau musibah atau gempa-gempa yang telah terjadi di Indonesia adalah kiamat kecil yang Allah gambarkan kepada umat-Nya, agar manusia di muka bumi ini sadar akan adanya sang pencipta dan kebesaran yang Allah miliki, hanya dalam sekejap dan dengan mudahnya. Allah bisa melakukan apa saja dan diluar dugaan manusia, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dan yang telah dikehendaki–Nya. Mungkin kita juga berpikir, mengapa hal seperti ini terus dan terus menimpa Indonesia? Apa sebenarnya yang telah terjadi di negeri yang telah kita tinggali ini? Apakah benar kalau musibah yangs erring melanda adalah tanda-tanda bahwa kiamat akan segera dating? Tidak ada yang tahu kapan kiamat akan datang hanya Tuhan Yang Maha Esa lah yang tahu tentang hal itu. Tapi banyak juga yang mengatakan kalau gempa yang sering terjadi adalah kiamat kecil yang akan berujung pada kiamat sesungguhnya. Banyak sekali dampak yang terjadi akibat gempa yang melanda kota padang. Diantaranya, banyak orang-orang yang kehilangan keluarga, kehilangan harta benda, bahkan kehilangan nyawa juga. Dengan demikian gempa bukan hanya merugikan buat masing-masing individu tetapi Negara juga. Tetapi ada hikmah di balik semua yang terjadi, termasuk dari musibah gempa yang sering di alami oleh negeri ini. Karena adanya musibah banyak orang-orang yang bisa dan mempunyai kesempatan untuk berbuat bagi terhadap sesama, dengan cara menyisihkan sebagian Rezeki yang didapat untuk para korban selamat yang terkena gempa. Selain itu kita juga bisa mengambil hikmah dari setiap musibah dan kejadian yang menimpa, untuk dijadikan sebagai pelajaran yang berharga. Agar kita bisa menghargai hidup dan lebih baik serta berhati-hati dalam menjalani semua yang sudah menjadi takdir masing-masing individu. Dan kita juga yakin, tidak semua orang mau punya keinginan meninggal dalam keadaan atau dengan cara seperti itu.